Surga Istri Itu Dekat, Taati Suamimu

Ngebray.com,- Menikah adalah momen sakral yang selalu diharapkan terjadi sekali seumur hidup. Ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan menikah, maka secara otomatis statusnya akan berubah. Seringkali di zaman sekarang ini, kebanyakan orang lupa dengan status barunya, dan ini sebagian besar biasanya ini menimpa seorang wanita.

Sebelum menikah, seorang wanita adalah tanggung jawab dari Ayahnya. Tetapi setelah menikah, tanggung jawab itu berpindah kepada suaminya. Lantas, bagaimana cara meraih surga bagi seorang istri dari seorang suami?

Yuk, simak penjelasannya dan kita belajar bersama.

13239982_10209846150180513_2399642291921698203_n

Yang pertama dan yang paling sering terlupakan atau dianggap sepele adalah seorang istri tidak boleh keluar rumah tanpa izin suami. Karena tempat wanita itu adalah di rumah. Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al-Ahzab [33] : 33 : “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.

Maka jelaslah wanita tidak boleh keluar rumah terutama ada kebutuhan mendesak seperti untuk membeli kebutuhan memasak dan lain-lain, itu pun harus dengan seizin suami.

Seorang Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal Quran dan Ribuan Hadist, ahli Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sampai berkata: “Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian”. Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami),Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.”

Jadi hati-hati untuk semua wanita yang memiliki aktivitas di luar rumah. Seperti bekerja kantoran atau kegiatan dalam bentuk apa pun. Tetap harus merujuk pada izin suami ya.
Selanjutnya adalah seorang istri harus mentaati perintah suami, selama perintahnya tidak bertentangan dengan perintah ALLAH Swt. Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanya dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani)
Bahkan seorang suami terhadap istri berada di atas siapapun, sekalipun itu orang tua wanita tersebut. Sekali dengan catatan, apa yang diperintahkan suami itu masih sejalan dengan ajaran Allah Swt dalam kebaikan.
Poin selanjutnya adalah seorang istri tidak mengizinkan orang lain masuk rumah kecuali dengan izin suami. Hal ini pun di jelaskan dalam sabda Rasulullah SAW, “Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. dan ia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah suami tanpa izin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Allah Swt berfirman, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34).
Hak suami harus lebih di dahulukan dari ibadah-ibadah sunnah, seperti hadist di atas puasa sunnah pun harus mendapat izin suami. Terutama jika suami sedang berada di rumah.
Inti dari pembahasan ini adalah bukan untuk membatasi pergerakan seorang perempuan yang sudah menjadi istri. Tapi, untuk menjaga diri seorang perempuan terutama seorang istri dari fitnah. Dan untuk mengarahkan pada tujuan membangun keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah.
Demikian yang bisa disampaikan. Jika ada kekurangan dan kesalahan mohon dikoreksi, bisa lewat kolom komentar. Karena saya pun masih belajar dan masih harus diingatkan. Bukankah kewajiban sesama muslim adalah saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran?
Semoga artikel ini bermanfaat, bagi wanita yang belum menikah, akan menikah, atau sudah menikah. Insyaa Allah..
Meet me

Echa Dynasty

Writer at Es_Dy_A
Saya hanya ibu rumah tangga yang bermimpi jadi penulis.
Ingin menulis apapun, dimana pun, dan kapan pun... yang penting bermanfaat dan bisa dibagikan untuk orang banyak.
Paling happy kalau ada orang yang baca dan me-review karyanya.

"Karena bagi saya menulis itu bukan cuma tentang mencatatkan aksara, tapi juga ada kejujuran yang terkadang tak sanggup direalisasikan dalam nyata"
Meet me

Latest posts by Echa Dynasty (see all)

One Comment

  • subhannalah ternyata untuk menjadi istri yang soleh itu harus mentaati apa yang dihendaki oleh suaminya tapi seringkali dijaman sekarang ini tidak sedikit istri yang tidak mentaati suaminya sebagai contohnya seringkali terjadi perceraian karna suaminya marah karena istrinya tidak mentaati apa yang dikehendaki oleh suaminya,bagaimana dengan persoalan istri yang sering tidak mentaati suaminya? apakah disebut istri yang tidak solehah? ataukah suaminya yang salah?