Romantis Ala Rasulullah (Sssttt… Para Suami Wajib Baca) :)

Ngebray.com,- Siapa bilang romantis dan semua yang sweet2 itu cuma ada di film-film Hollywood dan sinetron2 aja?

Salah besar, guys! Rasulullah SAW, panutan kita pun adalah pria yang sangat romantis terhadap istrinya. Mau tahu gimana romantisnya Rasulullah?

Check this out!

images

  • Mencium istri ketika akan berangkat atau pulang

Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah Muhammad SAW biasa mencium istrinya setelah wudhu, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhunya.(HR Abdurrazaq)

Rasulullah SAW sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

Ciuman yang penuh kasih sayang (biasanya di kening) dari suami kepada istrinya setiap kali berpamitan atau baru datang dari aktivitas, pasti memberikan rasa hangat pada hati istri.

  • Menyayangi dan memperlakukan istri dengan baik

Abu Hurairah berkata,

Rasulullah bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik di antara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya” (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

Suami adalah imam dalam keluarga, sudah selayaknya seorang suami menyayangi dan memperlakukan istri dengan baik, berlaku lemah lembut, dan melindungi istri.

  • Suami membuka pintu rumah atau kendaraan untuk istri

Dari Anas, dia berkata:

Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut. (HR Bukhari)

Jika kita seringkali menonton film romantis dan melihat adegan seorang pria membukakan pintu mobil untuk pasangannya, maka Rasulullah sudah melakukan hal seperti itu lebih dulu. Mungkin memang bukan mobil, tapi jika melihat hadist di atas, Rasulullah merelakan lututnya untuk menjadi pijakan istrinya ketika naik unta. How so romantic?

  • Suami mengantar istri bepergian

Shafiyyah, istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah SAW, ketika beliau sedang melakukan itikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan.

Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Rasulullah SAW, juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.

(Dalam satu riwayat 492 dikatakan: Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu’) (HR Bukhari dan Muslim)

Ayoooo…. kalau udah baca hadist ini, masih malas mengantar istri?

  • Suami-istri makan sepiring bersama atau minum segelas berdua

Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)

Bahkan keberkahannya dijamin,diriwayatkan Abu Hurairah : Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))

Dari Aisyah ra, dia berkata, Saya biasa minum dari mug yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalusaya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya. (HR Abdurrazaq dan Said bin Manshur)

  • Suapi istri ketika makan

Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda : Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)

Perilaku yang terbilang kecil seperti ini pun bisa membangun kemesraan di antara suami istri.

  • Memanggil istri dengan panggilan khusus/panggilan sayang

Rasulullah. SAW memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan aisy/aisyi, dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan panggilan manja/tanda sayang.

Jadi sangat sah kok memanggil pasangan dengan panggilan sayang atau panggilan khusus. Membuat pasangan merasa lebih istimewa.

  • Memperhatikan perasaan istri

Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi dari Abu Said Alkhudzri r.a)

Wanita adalah makhluk yang sangat sensitif karena memiliki perasaan yang halus. Berbeda dengan pria. Maka, perhatikanlah istri dengan baik, bagaimana perasaannya, karena ketika istri bahagia, dia akan mudah melakukan kewajibannya terhadap suami.

  • Memberi sesuatu yang menyenangkan hati istri

Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada Aisyah: Wahai Aisyah, apakah engkau kenal dia? Aisyah menjawab: Tidak, wahai Nabi Allah. Lalu, Nabi bersabda: Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?, maka bernyanyilah qaynah itu untuk Aisyah. (HR. An Nasai, kitab Asyratun Nisa, no. 74)

Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, Ketika Nabi SAW menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.

Ia (Ummu Kultsum) berkata, Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah. (HR Ahmad)

  • Mengajak istri makan di luar

Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah). Orang itu menjawab: Tidak. Rasulullah SAW berkata: (Kalau begitu) aku juga tidak mau. Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya: Bagaimana dengan ini? Orang itu menjawab: Tidak. Rasulullah kembali berkata: Kalau begitu, aku juga tidak mau. Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: Bagaimana dengan ini? Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: Ya. Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu. (HR Muslim)

Luangkan waktu untuk makan bersama istri di luar (restoran atau sekedar tenda sederhana pinggir jalan). Jangan terlalu mementingkan bepergian bersama teman-teman saja.

  • Menghibur diri berdua dengan istri keluar rumah (entertainment)

Dari Aisyah, dia berkata: Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: Apakah aku ingin melihatnya?Aku jawab: Ya. Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)! Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: Apakah kamu sudah puas?Aku jawab: Ya. Beliau berkata: Kalau begitu, pergilah!’ (HR Bukhari dan Muslim)

Sesekali boleh kok mengajak istri menikmati hiburan di luar rumah. Selain melepas penat dari pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Lebih aman bukan untuk istri berjalan bersama suaminya?

  • Membelai istri

Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya. (HR Ahmad)

Membelai istri, yang merupakan pasangan halal, tentu akan lebih menentramkan hati, baik bagi suami maupun bagi istri itu sendiri.

  • Memeluk istri ketika tidur

Silahkan baca hadist HR Tirmidzi 132.

Usahakan istri tidur lebih dulu. Kemudian pandangi wajahnya yang terlelap. Ekspresi paling jujur yang sedang beristirahat melepaskan lelahnya setelah seharian mengurus rumah dan suami. Kemudian peluklah istrimu, biarkan dia semakin lelap.

  • Mandi romantis bersama istri

Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202)

Ketika sudah sah menjadi suami istri, ini semua diperbolehkan lho ya 🙂

  • Segera menemui istri jika tergoda

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu. (HR Tirmidzi)

Mungkin banyak perempuan dengan penampilan menarik dan cantik di luar sana. Tapi ingatlah ada seorang wanita yang rela meninggalkan orang tua dan keluargnya, untuk hidup bersama denganmu, mengabdikan dirinya untuk melayanimu, dialah istri, yang kau nikahi dengan janji ijab Qabul di hadapan walinya.

  • Mengajak istri jika hendak keluar kota

Aisyah berkata: Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw. (HR Bukhari dan Muslim)

Nggak perlu mengundi seperti Rasulullah, hanya perlu mengajak istrimu saja. Karena, bersamamulah mereka (seorang istri) jauh lebih merasa tenteram, tenang, dan bahagia.

  • Suami istri berjalan berdua di malam hari

Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)

Malam yang gelap dan dingin selalu memberikan kesan romantis. Jadi, boleh juga ajak istri sekedar berjalan-jalan malam, genggam tangannya, tunjukan bahwa kalian (para suami) bangga berjalan di sisinya. Apapun dan Bagaimanapun keadaannya.

  • Bersikap lemah lembut, melayani, menemani, memanjakan istri ketika sakit

Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

Ingat ketika kau (suami) sakit, apa yang dilakukan istrimu? Pasti merawat, menjaga, dan menemanimu

  • Bersenda gurau bersama istri untuk membangun kemesraan

Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)

Ajak istri bercanda. Karena itu bisa membangun kemesraan dan membuat hubungan antara suami istri menjadi semakin dekat.

  • Tetap bersikap romantis walaupun istri dengan datang bulan (haid)

Ketika Aisyah sedang haid, Nabi SAW pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Quran (HR Bukhari no 7945).

ari Aisyah ra, ia berkata, Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw,saat itu saya sedang haidh.(HR Ahmad)

  • Suami membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga

Aisyah pernah ditanya: Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya? Aisyah menjawab: Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya. (HR Bukhari)

Jadi buat para suami, jangan malas lho bantu kerjaan istri. Rasulullah saja suka membantu pekerjaan istrinya.

  • Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra

Nabi saw biasa memijit hidung Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai Aisy, bacalah doa: Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan. (HR. Ibnu Sunni)

Kalau istri sedang marah, jangan dibalas dengan kemarahan lagi.

 

Semua yang disebutkan di atas adalah cara Rasulullah memperlakukan istrinya. Romantis bukan?

Jadi mulai sekarang, dari pada mengikuti adegan di film-film romantis, seperti candle light dinner, liburan mewah, atau apapun yang harus mengeluarkan banyak uang, lebih baik ikuti cara Rasulullah.

Dan yang pasti lebih berkah karena kita meneladani salah satu sisi kehidupan Rasulullah. Tapi, yang pasti harus dilakukan bersama pasangan yang halal yaaaa… Supaya bukan cuma membahagiakan istri, tapi juga berpahala. Insyaa Allah 🙂

 

Meet me

Echa Dynasty

Writer at Es_Dy_A
Saya hanya ibu rumah tangga yang bermimpi jadi penulis.
Ingin menulis apapun, dimana pun, dan kapan pun... yang penting bermanfaat dan bisa dibagikan untuk orang banyak.
Paling happy kalau ada orang yang baca dan me-review karyanya.

"Karena bagi saya menulis itu bukan cuma tentang mencatatkan aksara, tapi juga ada kejujuran yang terkadang tak sanggup direalisasikan dalam nyata"
Meet me

Latest posts by Echa Dynasty (see all)

5 Comments