Resensi Novel : Terjatuh Pada Bagian ‘A’ – Sekelumit Kisah Cinta Dalam Diam

Ngebray.com,

Judul                    : Terjatuh Pada Bagian ‘A’

Penulis                 : Esa Dynasty Alamsari

Penerbit               : Nulis Buku

Tahun Terbit      : 09 Juli 2015

Tebal Buku         : 229 Halaman (with 8 colour pages)

Harga                   : Rp. 77.000,-

thumbnail-coverterjatuh-pada-bagian-a-esa-dynasty-alamsari

Sinopsis Novel

Langkahmu tak sendiri

Ada sepasang mata yang menatapi kagum dalam jarak

Ada ribuan doa yang terlafal dalam diam

Bersama kepingan asa yang terpendam dan tumbuh menjadi rahasia

(Adhysha Ekanta Dineschara)

Kalimat di atas adalah ungkapan hati seorang gadis bernama Dhysha terhadap sesosok pria yang bahkan pernah berusaha ia ingkari keberadaannya, Anargya Arkananta (Argy).

Dhysha, gadis yang begitu mandiri. Dia memiliki bookstore dan mini cafe yang diberi nama Reading. Dhysha membuktikan, meskipun dia berasal dari keluarga yang berantakan, dia mampu mewujudkan mimpinya. Reading adalah bukti nyata.

Fokusnya pada usaha yang dibangun dan dijalani itu membuatnya tak mempunyai waktu untuk berpikir tentang cinta. Di usianya yang sudah melewati seperempat abad, Dhysha buta tentang asmara. Dia bahkan belum pernah memiliki hubungan khusus dengan pria manapun. Hingga akhirnya dia bertemu Argy dan merasakan getar aneh dalam hatinya.

Perasaan itu disimpannya sendiri. Tak pernah ada yang tahu, pun dengan Bella, sahabatnya sendiri.

Sampai suatu ketika Argy memutuskan untuk pergi dan tak pernah kembali. Membuat rasa benci dan rindu berebut tempat dalam hatinya. Menjadikan Dhysha tak berpikir jernih dan harus mengalami kejadian yang hampir merenggut hal berharga yang dimilikinya.

Beberapa unsur intrinsik dalam novel :

  • Tema

Tema besar masih seputar kehidupan percintaan. Cinta yang tak pernah terungkap namun tumbuh subur dalam hati seorang Dhysha. Ada hias persahabatan turut terkisah dalam novel ini. Dan kepedulian sosial yang turut memperkaya cerita.

  • Latar Belakang

Novel ini mengambil tempat di Bandung. Dengan beberapa nama tempat yang disamarkan (sepertinya ini jadi trademark penulis).Sebuah resto, bookstore, mini cafe, coffee shop, dan sebuah rumah singgah menjadi tempat yang memperkuat setiap adegan.

Untuk setting waktu, penulis mengambil semua waktu (pagi, siang, sore, malam).

Sementara untuk setting suasana, tentunya beragam. Ada bahagia, sedih, kecewa, bahkan menegangkan.

  • Alur

Alurnya cenderung maju. Kisah flashback hanya disisipkan untuk memperkuat cerita saja.

  • Penokohan
    • Adhysha Ekanta Dineschara (Dhysha) : Tokoh utama, manis, menarik, mandiri, pekerja keras, cukup sukses
    • Anargya Arkananta (Argy) : Memiliki wajah tampan, menarik, fotografer, sikapnya dingin, selalu bawa kamera, penuh suprise
    • Bella : Sahabat Dhysha, secara fisik cantik, cerewet, heboh, perhatian pada sahabatnya
    • Ferdi : Pria ganteng, ideal, ketua infinity, baik, berjiwa pemimpin, berwibawa
    • Leo : Pria berpostur tinggi, fashionable, gaul, easy going
    • Zacky : Serupa Leo, dia juga memiliki postur tubuh yang tinggi, berkulit putih, berambut gondrong, memiliki fisik menarik, wangi
    • Ernest : Pria sedikit tambun, berkacamata tebal, tidak modis
    • Mrs. Wilma : Wanita berusia sekitar 50 tahun, keturunan Sunda-Belanda, berjiwa sosial, cantik, sangat sayang kepada anak-anak, keibuan
  • Amanat

Banyak pesan yang bisa diambil dari novel ini. Tentang usaha dan perjuangan meraih mimpi, kemandirian seorang wanita hingga mencapai sukses. Tentang rasa malu dan tak mudah mengumbar sesuatu. Ada kepedulian sosial juga yang tergambar dari penyelanggaraan pameran yang ditujukan untuk charity dan kemudian disalurkan pada sebuah rumah singgah.

  • Kelebihan

Kemasan kesedihan yang dirasakan tokoh utama bisa disisipi ilmu fotografi oleh penulis. Ada juga cerita tentang Rinjani meskipun tak terlalu mendominasi. Pembaca juga akan disuguhi beberapa foto yang merupakan jepretan asli dari sang cover designer dengan beberapa puisi pendek di setiap gambarnya, membuat pembaca akan menikmati sisi lain dari novel ini.

  • Kekurangan

Ada kesalahan warna kendaraan (sepertinya penulis salah fokus) dari semula berwarna putih menjadi warna hitam. Tapi kemudian konsisten dengan warna putih. Masih terdapat banyak kesalahan ketik (typo). Ada beberapa part yang seperti tidak menyatu antara satu dengan lainnya, sehingga terkesan tempelan.

admin
Follow bray

admin

Admin at Ngebray
Saya selaku admin dari ngebray.com yang mengelola sepenuhnya.
Saya seorang pengusaha yang mengajak semua guru-guru di Indonesia untuk memberikan layanan kepada masyarakat khususnya pagi perkembangan siswa-siswa terbaik dan teladan di Indonesia.

Kami hadir dengan Ngebray Store, dengan berbagai macam produk baik local ataupun importir.

Wassalammualaikum
Admin
admin
Follow bray

Latest posts by admin (see all)