Resensi Novel : Pulang – Tere Liye

Ngebray.com

Judul                                  : Pulang

Pengarang                         : Tere Liye

ISBN                                   : 9786020822129

Penerbit                             : Republika

Tahun terbit                     : 2016

Jumlah halaman             : 400 halaman

Peresensi                          : Puti Endah P.

Resensi Novel

  • Sinopsis

Bujang, anak pedalaman Sumatera yang tak kenal rasa takut. Umurnya 15 tahun pada saat ia memulai perburuan pertamanya bersama dengan rekan ayahnya, yaitu Tauke Muda. Pada saat itu pula ia diadopsi oleh Tauke Muda dan membuat Bujang meninggalkan tempat kelahirannya.

Awalnya Bujang hanya ingin menggunakan kekuatannya saja, karena ia merasa harus mengikuti jejak sang kakek serta ayahnya yang merupakan penjagal/pewara (semacam itulah). Namun, Tauke tidak mengizinkannya karena ia sendiri telah melihat kecerdasan dari Bujang. Akhirnya, Kopong membujuk Tauke untuk mengizinkan Bujang belajar sambil menguasai teknik bela diri.

Bujang kini memiliki menguasai 2 ilmu sekaligus yang membuatnya menjadi orang kepercayaan Tauke untuk masalah bisnis keluarga Tong. Banyak yang sudah dilalui Bujang hingga akhirnya ia terkhianati oleh orang-orang kepercayaannya.

  • Hal-Hal yang Disukai Dalam Novel

Kisah ini seperti nyata, terutama dalam hal informasi tentang Shadow Economy. Tokoh Bujang membuatku benar-benar terhayut dalam cerita tersebut. Adegan favoritku adalah pada saat penyerbuan kasino, di mana Bujang harus bertemu dengan ketua dari keluarga LIN di lantai 40 dengan sistem keamanan yang cukup bagus serta banyaknya tukang pukul dari keluarga LIN yang berjaga di luar ruangan. Pada saat itu Bujang tak boleh membawa senjata tajam serta benda yang dapat membahayakan ketua. Karena kesepakatan dengan ketua kurang berjalan lancar, akhirnya Bujang dengan cepat melempar sesuatu dan membuat ketua tertunduk dan terlihat seperti bermeditasi. Teknik membunuh yang sangat bagus, tak menimbulkan kegaduhan kalau saja tak ada seorangpun yang akan menghampiri ketua.

Ada satu lagi, pada saat Bujang belajar menembak dengan Salonga. Ada beberapa nasihat dari Salonga yang ia tuturkan kepada Bujang :

“Penembak yang baik selalu tahu persis kekuatan pistolnya, Bujang. Dia tahu pelurunya akan tiba di mana,  bisa menembus apa saja, dan semua tabiat pistolnya. Bagi penembak, pistol ibarat kekasih hati, dia memahaminya dengan baik. Kau sudah tahu, mau sampai kapan pun pistolmu akan terus menembus kaleng karena ia terlalu kuat. Maka jika misimu adalah memasukkan peluru ke dalam kaleng, pikirkan cara lain. Letakkan dua kaleng, atau apapun yang bisa membuatnya melambat, bukan malah berusaha menyesuaikan pistolmu. Karena kau harus memahami pistolmu, bukan benda mati yang memahamimu.” -hal 178

Masih banyak lagi filosofi dari benda-benda atau kejadian tertentu yang dapat diambil pelajarannya.

  • Hal-Hal yang Tidak Disukai

Masih belum menemukannya.

 

  • Siapa yang Disarankan Membaca Novel Ini

Novel ini boleh dibaca oleh siapa saja. Orang tua atau remaja juga boleh membacanya. Walaupun ada beberapa adegan kekerasan di dalamnya, tapi itu semata mata hanya untuk pembelaan diri dan memang seperti itu cara mereka di dunianya yang hitam.

Puti Endah P

admin
Follow bray

admin

Admin at Ngebray
Saya selaku admin dari ngebray.com yang mengelola sepenuhnya.
Saya seorang pengusaha yang mengajak semua guru-guru di Indonesia untuk memberikan layanan kepada masyarakat khususnya pagi perkembangan siswa-siswa terbaik dan teladan di Indonesia.

Kami hadir dengan Ngebray Store, dengan berbagai macam produk baik local ataupun importir.

Wassalammualaikum
Admin
admin
Follow bray

Latest posts by admin (see all)