Resensi Novel : Marriagable – Gue Mau Nikah Asal….

Ngebray.com

Judul                           : Marriagable : Gue Mau Nikah Asal…

Penulis                        : Riri Sardjono

Penerbit                      : Gagas Media

Tahun Terbit              : Cetakan Pertama : 2006

                                     Cetakan Keenam : 2008

ISBN                            : 979-3600-34-9

Tebal Buku                 : viii + 356 halaman ; 13×19 cm

Harga                          : Rp. 33.000,-

Peresensi                    : Esa Dynasty Alamsari

Resensi Novel

Namaku Flory. Usi mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan untuk mencarikan Datung Maringgi abad modern untukku.

“Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara belum kawin?!”

“Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kaya susu ultra. Mereka punya expired date.

“Yeah,” sahutku sinis. “Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama.

***

Begitulah sebagian blurb yang pertama kali dibaca di halaman belakang novel ini. Tentu dengan mudah kita bisa menyimpulkan sedikitnya tentang isi dari novel ini. Yang jelas saya lumayan mesem-mesem waktu baca perumpaan kantong rahim dan sperma di blurb itu.

Marriagable memang bercerita tentang gadis bernama Flory yang dengan sangat terpaksa harus menerima perjodohan dari orang tuanya dengan pria bernama Vadin, yang sebenarnya bisa dibilang not bad. Vadin secara fisik menarik dan dia berprofesi sebagai pengacara, sifatnya juga sabar. Dan kesabaran Vadin benar-benar teruji ketika dia menikah dengan Flory. Ya, akhirnya mereka memang menikah, tapi hanya formalitas. Tinggal serumah, tapi tidur di kamar berbeda, tidak terlibat aktivitas normal yang biasanya terjadi pada suami-istri. Mereka cenderung seperti dua orang teman kos yang tinggal satu atap.

Hal yang saya suka dari novel ini adalah keberadaan sahabat-sahabat Flory yang punya sifat berbeda-beda. Dina yang cuek dan selalu nyinyir tentang cinta, Kika yang tak percaya cinta, dan Ara si Cinderella masa kini, yang selalu merasa segala hal yang berhubungan dengan cinta itu sebagai sesuatu yang romantis. Tokoh-tokoh yang terkesan dramatis ini jadi terasa nyata dengan dialog yang dekat dengan keseharian.

Novelnya membuat perasaan campur aduk. Satu sisi geregetan dengan sikap Flory, sisi lainnya penasaran dengan bagaimana penulis akan mengakhiri kisah ini, meskipun ending cerita sebenarnya tak terlalu susah ditebak.

Beberapa percakapan dan adegan juga banyak yang menyindir tentang hubungan antara lelaki dan perempuan. Bahwa cinta memang tak selalu indah seperti di dongeng-dongeng. Menampar kita untuk kembali ke realita dan tidak terlalu naïf. Menilai pernikahan dari banyak sudut pandang.

Ringan, konyol, tapi cukup seru untuk dinikmati. Novel ini memang diperuntukan untuk dewasa muda. Mereka yang sudah masuk dunia kerja dan mulai memikirkan untuk melangkah ke jenjang hidup selanjutnya.

Meet me

Echa Dynasty

Writer at Es_Dy_A
Saya hanya ibu rumah tangga yang bermimpi jadi penulis.
Ingin menulis apapun, dimana pun, dan kapan pun... yang penting bermanfaat dan bisa dibagikan untuk orang banyak.
Paling happy kalau ada orang yang baca dan me-review karyanya.

"Karena bagi saya menulis itu bukan cuma tentang mencatatkan aksara, tapi juga ada kejujuran yang terkadang tak sanggup direalisasikan dalam nyata"
Meet me

Latest posts by Echa Dynasty (see all)