Resensi Novel : HIT OUT ‘The Devilish’ – Esa Dynasty Alamsari

Ngebray.com

Judul Buku               : Hit Out : The Devilish

Penulis                       : Esa Dynasty Alamsari

Penerbit                    : Nulisbuku.com

Tahun terbit             : 2017

Jumlah halaman     : 173 Halaman

Genre                         : Action Thriller

Peresensi                   : Wulandari Imaniar

Hit Out: The Devilish || Esa Dynasty Alamsari || Ngebray.com (indie) || 2017 || 173 halaman || Action || ISBN: –  || Peresensi: Wulan

Deretan kata itu mengalir pasti
Nyata tak berbalut bualan kosong lagi
Kisah ini terjadi tanpa ada yang mengingini
Kini dendam menjadi pupuk yang menumbuhkan benci
Melahirkan tekad untuk menyakiti tanpa arti
Tak ada lagi yang bisa diperbaiki
(sajak, hal. 57)

Kejenuhan akan rutinitas pekerjaan, memaksa Rio untuk mengambil cuti dan pergi berlibur. Dia ingin benar-benar bebas tanpa terikat apa pun tak terkecuali teman. Sehingga berkemah seorang diri di hutan merupakan pilihan yang tepat baginya.

Namun kesendirian yang dirasakan Rio tak berlangsung lama. Kehadiran Nisa yang secara tiba-tiba memaksanya untuk kembali terikat. Kali ini ia terikat dengan janji yang tak pernah diucapkan dan nyawa yang harus rela dipertaruhkan.
Pengakuan Nisa melahirkan sangsi di benak Rio, saat muncul segerombolan orang yang menyakiti dan mencoba membawa Nisa ke suatu tempat.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Novel keempat dari penulis yang juga teman baik saya (ngaku-ngaku biar dapet diskon kalau beli buku), Esa Dynasty Alamsari yang biasa dipanggil Echa merupakan novel ber-genre action. Novel ini dibuat based on short film berjudul sama, yaitu Hit Out.

Story telling yang menarik seharusnya bisa membuat saya melahap novel ini dengan sekali duduk langsung habis. Karena sudah melihat film pendeknya, jadi mudah saja membayangkan tiap adegan dalam buku. Namun apa daya, pengganggu-pengganggu selalu bertebaran di sekitar saya. Novel ini juga bertabur sajak-sajak cantik di setiap awal bab.

Puas bacanya dan berharap ada kelanjutannya. Karena di akhir cerita seperti disuguhkan sebuah harapan baru. Surprise ending nih, karena akhir di film berbeda dengan akhir di novel.

Pengetahuan penulis tentang senjata api membuat saya bolak balik melihat lembar penulis. Nggak percaya kalo wanita cantik ini paham tentang senjata api.

Kekurangan novel ini hanya terdapat pada kesalahan penulisan saja. Seperti pada kalimat langsung yang diucapkan tokoh. Seharusnya di akhir kalimat langsung diberi tanda titik (.) atau koma (,) sebelum tanda petik penutup sebuah dialog.
Terdapat info yang berbeda pula pada film dan novel. Di novel diceritakan bahwa Rio meninggalkan semua gawai atau gadget miliknya, kecuali kamera. Namun pada film terdapat adegan dimana Rio mengetik di gawai, yang sedang mengungkapkan perasaannya.

Harapan saya novel ini lebih tebal agar bisa lebih detail penulis menggambarkan setting dan tokoh. Terutama keadaan fisik maupun suasana hati tokoh.

Selama kaki masih berpijak di bumi
Dia akan memberikan kekuatan untuk bangkit
Panggil dia sebagai energi
Tenaga yang membuatmu kembali
Kepada hidupmu kini
(sajak, hal. 169)

#Resensi09Mei2017

(Wulan)

admin
Follow bray

admin

Admin at Ngebray
Saya selaku admin dari ngebray.com yang mengelola sepenuhnya.
Saya seorang pengusaha yang mengajak semua guru-guru di Indonesia untuk memberikan layanan kepada masyarakat khususnya pagi perkembangan siswa-siswa terbaik dan teladan di Indonesia.

Kami hadir dengan Ngebray Store, dengan berbagai macam produk baik local ataupun importir.

Wassalammualaikum
Admin
admin
Follow bray

Latest posts by admin (see all)