Mimpi Rasulullah SAW (part 1)

Ngebray.com,- Ini adalah tentang mimpi Rasulullah SAW. Dikatakan oleh Abdul Rahman Bin Samurah RA, Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israa-kan.

indexxxxxxx

Mimpi Rasulullah Muhammad SAW adalah sebagai berikut :

  • Aku melihat seorang dari umatku telah di datangi oleh malaikat maut dengan keadaan yang menakutkan/mengerikan untuk mengambil nyawa orang tersebut. Namun malaikat itu terhalang oleh perilaku orang itu karena ketaatan dan kepatuhan orang itu kepada Ibu dan Bapaknya.“Bersyukurlah (berterima kasihlah) kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada Aku tempat kembalimu” (QS. Luqman 31 : 14).“Seorang anak tidak akan dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali jika mendapati (orang tuanya) menjadi seorang hamba sahaya (budak) lalu ia membelinya kemudian memerdekakannya” (HR Muslim)

    “Seseorang datang kepada Nabi SAW meminta izin untuk jihad. Nabi SAW bertanya; “apakah kedua orang tua mu masih hidup?” orang itu menjawab “ya”, maka nabi SAW bersabda “Hendaklah kamu berbakti kepada keduanya” (HR. Mukhari, Muslim).

  • Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksa, namun dia diselamatkan berkat wudhunya yang sempurna.

    Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata,

    يَا بِلاَلُ بِمَ سَبَقْتَنِى إِلَى الْجَنَّةِ مَا دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَطُّ إِلاَّ سَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى دَخَلْتُ الْبَارِحَةَ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى

    “Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”

    Bilal menjawab,

    يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلاَّ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَمَا أَصَابَنِى حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّ تَوَضَّأْتُ عِنْدَهَا وَرَأَيْتُ أَنَّ لِلَّهِ عَلَىَّ رَكْعَتَيْنِ

    Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)

    Syaikh Abu Malik dalam Fiqhus Sunnah lin Nisaa’ (hal. 49) menyatakan bahwa disunnahkan berwudhu setiap kali wudhu tersebut batal karena adanya hadats.

    Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Disunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci.” (Kitab Matan Al Idhoh, hal. 20).

  • Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan dan iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan dzikirnya yang tulus dan ikhlas kepada Allah.

Poin selanjutnya akan dibahas di artikel selanjutnya. Tungguin ya 🙂

Meet me

Echa Dynasty

Writer at Es_Dy_A
Saya hanya ibu rumah tangga yang bermimpi jadi penulis.
Ingin menulis apapun, dimana pun, dan kapan pun... yang penting bermanfaat dan bisa dibagikan untuk orang banyak.
Paling happy kalau ada orang yang baca dan me-review karyanya.

"Karena bagi saya menulis itu bukan cuma tentang mencatatkan aksara, tapi juga ada kejujuran yang terkadang tak sanggup direalisasikan dalam nyata"
Meet me

Latest posts by Echa Dynasty (see all)