Jusuf Kalla Tanggapi Pemberitaan Media Asing Tentang Pilkada

Ngebray.com

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta sudah selesai sejak beberapa hari yang lalu. Namun pemberitaannya masih jadi sorotan yang menarik. Bukan hanya di dalam negeri, ini bahkan jadi incaran media-media asing yang turut memberitakan mengenai pesta demokrasi dalam pemilihan orang nomor satu di Ibukota Indonesia tersebut.

Namun pemberitaan beberapa media asing dinilai tidak berimbang. Terutama dengan mencuatnya hasil quick count yang menyatakan kemenangan untuk pasangan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno.

Dilansir CNN, Kamis (20/4/2017), media ternama Amerika Serikat (AS) itu memberi judul ‘Jakarta governor concedes election after divisive campaign‘ pada artikelnya soal Pilkada DKI yang digelar pada Rabu (19/4) kemarin.

Adapun artikel Wall Street Journal (WSJ) soal kekalahan Ahok diberi judul ‘Islamist-Backed Candidate Ousts Jakarta’s Christian Governor‘. “Pemilih di Ibu Kota menggulingkan minoritas Kristen, orang kepercayaan presiden, dalam pemilihan gubernur, menggantikannya dengan kandidat yang menunggangi gelombang dukungan Islamis garis keras yang telah membalikkan politik di negara mayoritas muslim terbesar di dunia itu,” tulis WSJ.

Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengkritisi media luar negeri yang dinilainya kurang adil dalam pemberitaan terkait Pilkada DKI Jakarta. Kritik itu ia sampaikan saat bertemu Wakil Presiden AS Mike Pence di Istana Wakil Presiden, Kamis, sekitar pukul 11.30 WIB dan melakukan pertemuan bilateral dengan Wapres Kalla hingga pukul 12.30 WIB.

“Soal pilkada tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence saya bilang juga, tidak adil ini media luar, karena yang menang banyak didukung teman-teman organisasi Islam dan sebagainya dianggap garis keras yang menang,” kata JK seperti dikutip dari Antara, Jumat (21/4/2017).

JK menambahkan, dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta yang telah berlangsung Rabu (19/4/2017) yang menang adalah demokrasi.

“Mudah-mudahan dapat di pahami bahwa yang menang demokrasi, itu kita hormati semuanya,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut Wapres Jusuf Kalla mengatakan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence datang pada saat yang tepat untuk melihat kehidupan demokrasi Indonesia pascapilkada yang dewasa.

“Saya mengatakan, Anda datang pada saat yang tepat, pilkada selesai, kita sudah jabat tangan, tidak ada lagi ribut-ribut, itulah demokrasi Indonesia, jadi dia tidak menyinggung lagi,” kata dia di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Meskipun demikian, Wapres JK menegaskan bahwa Indonesia dan AS sepakat untuk mempererat kerja sama peningkatan nilai toleransi dan Islam moderat. (ed)

[amazon_link asins=’979279624X,B071CFWLT9,B01JYGFR9O,B01JYNXSKC,B01M1AO0V5,B01JYC3R54,B01JYLSD0Y,B01K81LJ82′ template=’ProductCarousel’ store=’galon03-20′ marketplace=’US’ link_id=’e943a6e4-2ce4-11e7-9435-ef192534df37′]

Follow me

info jo

Writer News at Ngebray
Semua Informasi yang ada didunia akan menjadi target saya sebagai penulis berita.
Saya menulis tidak akan berpihak sama salah satu orang atau bisa dibilang rasis.
Informasi yang terjadi di dunia itu terlalu banyak salah satu akan saya ambil menjadi tema.

Salam
Info Berita
Follow me