celotehkita : ValentinNo Sorry

Sudah buka sosial media hari ini?

Ah, pasti sudah tak heran jika menemukan banyak status berisi kata cinta dan gambar-gambar hati berwarna pink. Katanya hari ini hari kasih sayang. Yah begitulah yang ditebarkan di media-media itu. Di sisi yang lain, beberapa gambar pun bermunculan dengan tulisan “I’m Moslem, say no to Valentine’s day”

Lalu munculah gambar ini, yang saya sendiri nggak tahu jelas dari mana sumber awalnya.

img-20170214-wa0003

Apa benar dengan tulisan “I’m Muslim, say no to Valentine’s day” membuat muslims jadi nampak buruk?

Apa salah jika saya tidak merayakan Valentine’s Day dan menyatakan prinsip saya di media sosial untuk menyakinkan diri saya sendiri dan mengingatkan orang lain?

Bukankan itu media umum, terbuka, dan bebas?

Saya nggak bilang merayakan Valentine itu salah, tapi itu tidak diajarkan dalam agama saya.

Untuk yang merayakan ya silahkan melakukan sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.

Lalu bagaimana kalau agama lain menyatakan “Say no to Hajj, say no to Eid, say no to Ramadhan

Yaaa, ajaran agama mereka memang tidak mengajarkan itu kok.

Misalnya ada kalimat “I’m Christian, Say No to Ramadhan”, ya silahkan saja. Toh, mereka memang tidak akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan setiap tahunnya, kecuali mereka sudah bersyahadat.

atau kalimat “I’m Hindu, Say No to Eid“, wajarlah, hari raya umat Hindu kan Nyepi bukan Idul Fitri. Mereka nggak perlu ikut merayakan. Kecuali sudah masuk muslim.

lalu kalimat, I’m Budhist, Say No to Hajj”, lho Haji kan memang untuk umat muslim. Dalam ajaran Budha tidak ada naik haji.

Ini hanya contoh, nggak ada yang bilang begitu, ini hanya berandai-andai bagaimana jika umat agama di luar Islam bicara seperti itu.

Nggak masalahkan, mereka bilang TIDAK untuk sesuatu yang tidak mereka rayakan dan tidak mereka yakini?

Lalu apa bedanya dengan Valentine? Kita yang tidak merayakan kenapa harus jadi korban nyinyir dan sindir dari orang-orang yang bahkan seiman dan seaqidah dengan kita.

Mungkin mereka yang bilang “I’m Muslim, say no to Valentine’s day” justru ingin lebih meneguhkan lagi hatinya bahwa Valentine memang tidak diajarkan dalam ajaran Islam. Atau mungkin juga dia ingin berdakwah, syi’ar, mengingatkan saudara-saudara muslim yang lain yang masih belum paham.

Bukankan mengingatkan tentang kebaikan itu memang dianjurkan dala Al Quran?

Udahlah jangan ribut hanya karena sebuah kalimat.

Saya dulu juga pernah merayakan Valentine’s Day. Tapi, masa sih hidup mau jalan di tempat aj, ilmu tidak bertambah banyak. Nggak mau nyoba jalan ke depan atau bahkan lari sekalian mengejar akhirat?

#thinkagain 🙂

Meet me

Echa Dynasty

Writer at Es_Dy_A
Saya hanya ibu rumah tangga yang bermimpi jadi penulis.
Ingin menulis apapun, dimana pun, dan kapan pun... yang penting bermanfaat dan bisa dibagikan untuk orang banyak.
Paling happy kalau ada orang yang baca dan me-review karyanya.

"Karena bagi saya menulis itu bukan cuma tentang mencatatkan aksara, tapi juga ada kejujuran yang terkadang tak sanggup direalisasikan dalam nyata"
Meet me

Latest posts by Echa Dynasty (see all)