celoteh kita : Alpha Wife versus Beta Male

Ngebray.com,- Ini hanya tentang celoteh dari sekian kisah yang saya saksikan, dengar, maupun baca. Pernikahan yang tujuan awalnya menyatukan 2 orang yang saling menyayangi untuk bisa hidup bersama dan saling support, terkadang harus berbelok karena keegoisan yang terlalu merajai diri.

Mungkin kisah yang akan saya ceritakan di sini sudah sering kali didengar atau bahkan dialami oleh beberapa pasangan. Tapi, apa yang saya kisahkan di sini bukan untuk menyindir atau menyudutkan salah satu pihak. Ini hanya sebagai self-reminder, yang syukur-syukur juga bisa menginspirasi untuk banyak pasangan di luar sana.

Alpha Wife and Beta Male sebenarnya itu hanya sebuah kiasan untuk kehidupan pernikahan di mana kondisi wanita/istri bisa dibilang lebih superior daripada pria/suami. Karena karier, pendidikan, atau penghasilan si istri yang jauh melebihi suami. Saya yakin kisah bertebaran di lingkungan sekitar kita.

20161031_161201

Tanpa bermaksud merendahkan suami. Buat saya tidak ada salahnya apabila istri bisa memiliki pekerjaan, karier, pendidikan atau penghasilan yang lebih dari pada suaminya, asalkan dia tetap kembali kepada kodratnya sebagai wanita.

Ada sebuah cerita :

Seorang istri yang bernama Diva dan suami bernama Harry. Mereka adalah pasangan suami-istri yang sudah menikah lebih dari 5 tahun.

Diva bekerja sebagai fashion designer terkenal, dengan desain yang sudah melanglang buana dan sering dipergunakan oleh public figure dan orang-orang penting, dia juga memiliki butik yang kini sudah melebarkan sayap dengan membuka cabang hampir di seluruh Indonesia, bahkan kini sedang berencana membuka cabang barunya di mancanegara.

Sementara Harry, suaminya, seorang staff IT di sebuah perusahaan kecil. Bekerja di level first line management tentu saja membuat penghasilan Harry tidak melebihi angka 20% dari penghasilan Diva.

Pada awal pernikahan, semua atribut yang berhubungan dengan pekerjaan tak pernah jadi masalah berarti. Diva menerima Harry apa adanya. Demikian juga Harry, mendukung penuh karier Diva.

Tahun demi tahun, konflik mulai menerpa. Dari mulai masalah, Diva yang tak pernah punya waktu untuk keluarga, Harry yang selalu minder jika harus menemani Diva ke acara-acara yang berada di lingkaran pergaulan Diva, dan semua hal-hal kecil yang dahulu tak pernah permasalahkan.

Masalah-masalah kecil itu, pada suatu masa mencapai puncaknya, hingga akhirnya Diva dan Harry harus bertengkar hebat di suatu malam. Dalam amarahnya Diva mengungkit tentang siapa yang membiaya rumah, memenuhi kebutuhan rumah, dan semua hal yang selama ini tidak bisa Harry penuhi. Tentu saja hal itu membuat ego Harry sebagai seorang suami terluka. Harry memilih pergi meninggalkan rumah itu, tanpa membawa barang-barang yang pernah dihadiahkan oleh Diva untuk Harry. Lelaki itu ingin menunjukkan, bahwa tanpa Diva sekalipun, dia masih bisa menjalankan hidupnya dengan baik.

Beberapa bulan berlalu sejak mereka tak lagi tinggal serumah. Diva mulai merasa kerepotan. Dia mulai sadar, banyak hal di dalam rumahnya yang selama ini dikerjakan oleh Harry. Seperti membetulkan keran rusak, pipa air yang mampet, atap bocor, atau hanya sekedar mengganti galon kosong. Semua Harry yang selalu mengerjakan. Kini, Harry tak ada dan Diva baru merasakan kehilangan banyak hal yang selama ini bahkan selalu dia sepelekan. Diva tahu, dia bisa fokus menjalani kariernya di luar sana, karena ada Harry, suaminya, yang selama ini meng-handle pekerjaan-pekerjaan kecil, -tapi penting-, yang tak pernah jadi prioritas Diva selama ini. Yang Diva tahu, dia hanya tinggal mengeluarkan uang yang dia punya untuk membereskan semua hal. Tapi ternyata itu tidak cukup. Dia kini mulai menyesal dan rindu dengan keberadaan suaminya.

Sementara Harry juga merasakan hal yang sama. Semenjak pergi dari rumah, dia harus tinggal diĀ  tempat kontrakan sempit, minim fasilitas, yang letaknya dekat dengan kantornya supaya dia tak perlu mengeluarkan ongkos lebih banyak untuk pergi ke kantor. Penghasilannya yang tak seberapa, tentunya tak cukup untuk menyewa apartemen mewah yang nyaman. Banyak barang-barang yang bisa mendukung pekerjaan Harry, yang terpaksa Harry tinggalkan di rumah Diva karena egonya. Sekarang dia mulai kerepotan mengerjakan tugas kantor dengan fasilitas yang seadanya. Harry menyadari, selama ini Diva-lah yang sudah banyak memenuhi kebutuhan hidup mereka dari pekerjaannya. Seharusnya Harry sebagai suami, bisa lebih mengerti. Harry mulai menyesal, dia rindu pulang, rindu pada istrinya yang sangat dicintainya.

Setelah sama-sama menurunkan ego-nya masing-masing, Diva dan Harry bertemu kembali. Bicara dari hati ke hati tentang semua hal yang selama ini mengganjal. Sama-sama menyadari bahwa mereka membutuhkan satu sama lain. Dan apa adanya mereka seharusnya bisa saling melengkapi.

Yaaa… begitulah kisahnya, maaf yaaa ceritanya nggak terlalu lengkap karena pastinya akan jadi sangat panjang.

Inti dari semua itu sebenarnya tentang porsi dan peranan kita masing-masing dalam kehidupan. Mungkin sebagian orang, bertemu pasangan yang normal, dalam artian, suami benar-benar bertanggung jawab penuh dalam segala hal. Namun, sebagian lain mungkin seperti kisah di atas. Apapun cerita dalam hidup kita, alangkah baiknya jika kita tetap kembali kepada kodrat kita masing-masing.

Mungkin di kantor kita adalah atasan yang memiliki banyak bawahan/pegawai. Tapi ketika kembali ke rumah, kembalilah pada kodrat kita. Yang wanita menjadi istri yang menghormati suami bagaimanapun keadaannya. Dan yang pria menjadi suami yang juga menghargai dan menyayangi istri, apa adanya mereka.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua.

Meet me

Echa Dynasty

Writer at Es_Dy_A
Saya hanya ibu rumah tangga yang bermimpi jadi penulis.
Ingin menulis apapun, dimana pun, dan kapan pun... yang penting bermanfaat dan bisa dibagikan untuk orang banyak.
Paling happy kalau ada orang yang baca dan me-review karyanya.

"Karena bagi saya menulis itu bukan cuma tentang mencatatkan aksara, tapi juga ada kejujuran yang terkadang tak sanggup direalisasikan dalam nyata"
Meet me

Latest posts by Echa Dynasty (see all)