celoteh kita : AADTR (Ada Apa Dengan Tukang Roti?) – S*ri Roti

sari-roti

Ngebray.com,- Hari ini media sosial dipenuhi dengan dua buah hastag. Yang pertama memboikot sebuah saluran televisi swasta, yang satu lagi yang lebih menarik buat saya adalah seruan boikot untuk sebuah merk roti ternama.

Ada apa sebenarnya?

Selidik punya selidik ternyata ini adalah efek dari press realease perusahaan roti tersebut yang tersebar di media, yang berisi tentang klarifikasi mengenai ketidakterlibatan mereka dalam Aksi Super Damai 212, 02 Desember 2016 lalu. Dalam tulisan tersebut juga dinyatakan produk mereka yang dibagikan secara gratis di lapangan (pada aksi 212) di luar pengetahuan dan perijinan perusahaan tersebut. Intinya perusahaan tersebut menyatakan secara tersirat, tidak pernah mensponsori aksi tersebut. Seolah tidak ingin dilibatkan atau dituduh memihak di kubu yang mana.

Entah kenapa, saya merasa klarifikasi ini sebenarnya jadi hal yang tak perlu dilakukan. Toh, para peserta aksi sama sekali tak terfokus pada merk produk apa yang di bagikan saat itu. Fokus mereka tentu saja hanya pada kebaikan-kebaikan dari orang-orang dermawan, yang entah siapa, yang berada di balik semua itu (mereka-mereka yang memborong produk roti tersebut untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada para peserta aksi).

Dari sekian banyak status berhastag #boikotsariroti, saya menemukan sebuah tulisan milik Rendy Saputra (CEO Keke Busana) yang berisi masukan untuk perusahaan roti tersebut, dari akun facebook-nya (https://web.facebook.com/rendykeke/posts/1869933679957541)

Berikut tulisannya :

Sebagai insan profesional bisnis, Saya terpanggil untuk memberikan komentar dan pandangan atas klarifikasi dan pengumuman yang dilakukan oleh pihak Sari Roti.

Tulisan berikut adalah sebuah pandangan objektif yang semoga dapat menjadi bahasan di internal Sari Roti. Sebuah masukan dari customer yang selalu membeli Roti Cokelat Srikaya dalam setiap perjalanan, ketika mampir di Indomaret atau Alfamart.

Pengumuman ini tentu dipicu oleh visual hawker tricycle Sari Roti yang tertempel “GRATIS” saat aksi 212. Masyarakat tentu mengetahui bahwa pembagian gratis tersebut dikarenakan seorang pembeli yang memborong semua roti. Tidak ada sangkaan bahwa Sari Roti menggratiskan. Pedagang pun modalnya terbatas, dan andaikata si pedagang yang menggratiskan, masyarakat pun tidak akan pernah berfikir bahwa hal ini adalah keputusan Sari Roti Pusat.

Jika pun benar-benar digratiskan dari pusat, tentu tempelan gratisnya sudah dibranding dengan visual Sari Roti, bukan tempelan kertas biasa.

Makadari itu, Saya secara pribadi memberi masukan kepada Manajemen Sari Roti untuk :

1. Mengevaluasi tim Public Relation perusahaan.

Menurut Saya, tindakan klarifikasi ini berlebihan dan berdampak pada turunnya penjualan Sari Roti di berbagai kanal. Karena tanpa kalrifikasi pun, masyarakat tidak akan mengaitkan brand Sari Roti dengan aksi 212.

Poin-poin pada klarifikasi juga sangat tendesius. Ada kalimat menjaga kesatuan NKRI dan kebhinekaan. Seakan-akan aksi 212 tidak mendukung NKRI dan kebhinekaan. Dan itu pasti menyakitkan kaum muslimin yang ikut Aksi 212.

2. Kembali memperhatikan Muslim Emerging Market sebagai segmen pasar yang perlu diperhatikan.

Persangkaan baik Saya kepada Sari Roti, Saya yakin bahwa kaum muslimin merupakan pembeli terbesar Sari Roti. Maka hal-hal sensitif terkait perasaan market harusnya dihindari guna menjaga keberlangsungan sales.

Ketika McD sibuk menyediakan musholla disetiap outletnya, ketika mall-mall baru sangat memperhatikan keneradaan masjid, maka alangkah baiknya Sari Roti memperhatikan Muslim sebagai emerging market yang memiliki daya beli.

Swadaya aksi 212 yang akhirnya menggerakan salah satu peserta untuk memborong seluruh roti di Hawker Tricycle, adalah bukti daya beli kaum muslimin yang tidak bisa dianggap remeh.

3. Hindarilah isu kontroversial untuk menaikkan Brand.

Jika memang ada strategi untuk menaikan brand dengan viralitas kontroversi, mohon difikirkan juga ujungnya, apakah viralitas tersebut akan membawa Sari Roti kepada Brand Hell atau Brand Heaven.

Sebagai pelanggan Sari Roti Saya sangat terkejut dengan klarifikasi ini. Ada kalimat bahwa Sari Roti tidak ingin terlibat pada kegiatan politik, tetapi klarifikasi ini malah menyeret Sari Roti untuk lebih jauh terseret pada isu yang tidak seharusnya dimasuki.

4. Meminta maaf kepada kaum muslimin dan mengapresiasi keputusan peserta yang memborong produk Sari Roti.

Sari Roti merupakan produk menengah yang menyasar segmentasi pasar menengah. Keputusan seorang peserta Aksi tersebut merupakan keputusan baik bagi Sari Roti. Di tengah berbagai pilihan roti, customer memilih Sari Roti dan ini haruslah dihargai dan diapresiasi.

*****

Demikian komentar dan pendapat ini. Saya sebagai insan bisnis sangat berharap bahwa Sari Roti dapat melalui masalah ini dengan baik. Semoga pihak manajemen Sari Roti dapat mencerna postingan Saya dengan baik. Dan kemudian memutuskan hal terbaik untuk kelangsungan bisnisnya.

Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga manfaat.

Tertanda,
Rendy Saputra

Source Resmi Sari Roti :
http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/

Mungkin hal-hal seperti ini tak perlulah terjadi apalagi sampai membesar seperti sekarang ini. Kalau saja memang tentang pandangan sponsor mensponsori, tentulan para peserta aksi itu akan lebih dahulu menyorot Aq*a sebagai sponsor terbesar, karena memang keberadaan merk air mineral tersebut lebih banyak. Tapi sekali lagi, fokusnya bukan itu. Sepertinya ini hanya ketakutan dari pihak perusahaan produk tersebut. Apapun alasannya, semoga masih bisa diperbaiki, sehingga akan menjadi baik ke depannya. (ed)

Follow me

info jo

Writer News at Ngebray
Semua Informasi yang ada didunia akan menjadi target saya sebagai penulis berita.
Saya menulis tidak akan berpihak sama salah satu orang atau bisa dibilang rasis.
Informasi yang terjadi di dunia itu terlalu banyak salah satu akan saya ambil menjadi tema.

Salam
Info Berita
Follow me